PADI - Album ke-1 (1999). Lain Dunia

PADI - Album ke-1 (1999). Lain Dunia
image from warungmasjaki.wordpress.com

BIDADARI

Aroma wangi surgawi
Sirami jiwaku ini
Bagai bunga yang terindah
Merekah dan tetap suci

Seribu wajah yang terlintas
Hanya satu yang ada di hati
Janjikan ketulusan cinta
Abadi selamanya

Kuyakin dan pasti kau ada dibenakku
Ku takkan berhenti menunggumu
Oh...

Reff
Bidadari...hadirlah malam ini
Dalam mimpiku
Bidadari...senyumlah kau kini
Sambutlah rinduku

Sepenggal bulan kan kembali
Menjadi purnama yang terang
Seterang hati dan jiwamu
Oh...bidadariku

Mungkinkah aku bisa menyapamu
Meraih semua imajimu
Bercanda bercinta bersamamu
Oh...

Bidadari...hangatkan jiwaku
Bersama cintamu
Bidadari...sadarkan ragaku
Selamatkan aku


DEMI CINTA

Tautan waktu berjalan...
Seiring langkah kita bersama
Mendewasakan semua rasa
Perasaan jiwa

Tak akan mungkin memungkiri
Menyangkal arti cinta
Biar angin menentang, Pun langit terhempas

Menyangsikan cinta
Dalam keras kehidupan
Naif terlahir
Kewajaran terkodrati, Lelapkan semua...!

Reff
Demi cinta..
bersandinglah (Dalam sisi hidupku ini)
Demi cinta..
berjanjilah (Melangkah kita bersama)

Perlahan kita mulai belajar
Melaraskan batin
Meluaskan ruang
Tingkap pengertian

Tak pernah ku merasakan
Penat menjadi beban
Biar peluh mengalir
Pun mesti terluka

Damai...kita bersama
Sucikan cinta


SUDAHLAH...!!!

Cerita lalu seakan nyata
Larut kita didalam rasa
Mengalir terbawa jangan teruskan
Kita yang pernah mengukir cinta
Berbayang masa saat bersama
Hanyutkan kita coba hentikan

Reff
Sudahlah...aku pergi
Sudahlah...aku pergi
Lelahkan jiwa meski berharap
Rasakan lagi cinta kita dulu
Tapi ah..ah..kita terpisahkan

Derasnya sisi religi
Mengasah alur hidup kita
Jangan sesali
Coba kuatkan hati..oh

Aku pergi....


BERI AKU ARTI

Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka tanpa diminta
Pernahkah ku sadar tanpa itu semua
Dalam terang suria selalu terjaga

Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Kau palingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku di sampingmu
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku

Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh

Beri aku arti tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda
Pernahkah ku sadar tanpa itu semua
Dalam terang suria selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan

Keremangan senja selipkan hampa
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda
Kau palingkan wajah acuhkan muka

Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku di sampingmu
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh

Beri aku arti tak ingin berbeda
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh

Beri aku arti tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda


TERLANJUR

Katakanlah padaku
Bila engkau mau
Melabuhkan hatimu
Bersandar pada hidupku

Kau tahu aku
Tak bisa untuk jauh darimu
Walau hanya tuk sekedar
Sejenak berpaling saja

Reff
Biarkan semua orang tahu
Engkau memang kekasihku
Karena ku terlanjur
Mencintai dirimu

Percayalah kepadaku
Yakinkan dirimu
Menepiskan perasaan
Atas masa lalumu itu

Persilakan saja
Aku yang mengerti kamu
Memaksa untuk melupakan
Tentang kekasihmu itu


BEGITU INDAH

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah
Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah
Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang
Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

MAHADEWI
Hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku

Reff
ada tutur kata terucap
ada damai yang kurasakan
bila sinarnya sentuh wajahku
kepedihanku pun terhapuskan

alam rayapun semua tersenyum
merunduk dan memuja hadirnya
terpukau aku menatap wajahnya
aku merasa mengenal dia

tapi ada entah di mana
hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya
pencarianku pun usai sudah

Mahadewi resapkan nilainya
Mahadewi tercipta untukku


DISINI TANPAMU

Berjalan pagi lalui hari
Warnai hitam putih hidup ini
Mencoba mencari impi
Jiwa yang tertidur

Dalam derasnya
Sisi dunia yang terus berputar
Membawa diriku
Kucoba lagi tuk berbalik

Menatap jejak yang sempit kuukir
Namun ternyata aku tertinggal
Dari langkah-langkah yang berlalu
Cepat meninggalkan diriku sendiri
Dalam sunyiku

Reff
Dan aku,
Tak ingin disini tanpamu
Menanti waktu yang berlalu
Membawa ke batas nanti,
Yang kurasa takkan mungkin
Kutemui selamanya
Tanpa dirimu disisiku

Begitu rupa cobaan kutemui
Mecoba menghempaskan kejalan
Penuh liku
Dan kuanggap itu semua
Bagian dari cerita hidupku
Yang takkan berakhir


SEPERTI KEKASIHKU

Engkau seperti kekasihku yang dulu
Sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Begitu lekatnya perasaanku kini padamu
Hingga anganku kusandarkan padamu

Memang gerakmu memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu mengikat erat jiwaku

Mungkin terbuai mungkin aku terlena
Ada keinginan yang tak tentu arah
Engkau tercipta bukan untuk bersama
Biar kunikmati kerinduan ini
Memang langkahmu memang gerakmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu mengikat erat jiwaku

Memang gerakmu memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu mengikat erat jiwaku

Maafkan aku yang selalu teringat akan dirinya
Menggugah segala yang ada dalam kenanganku
Sedapatnya aku menepis keinginan itu
Kuharap engkau dapat memaafkanku

Apa yang terpancar dari dalam hati
Tak dapat aku bantah
Tak mampu kusingkirkan
Sesungguhnya aku sangat ingin melupakan
Inginku melupakan
Inginku melupakan

Engkau seperti kekasihku yang dulu
Sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku


SOBAT

Sobat, aku sungguh tak mengerti
Semua ini bisa terjadi

Setelah perkenalan itu
Aku terhanyut
Aku sebenar-benarnya tak kuasa

Mendambakannya, merindukannya

Kutahu dia milikmu tercinta
Sebagai kembang yang kau pilih

Namun hatiku hatinya
Mengisyaratkan rasa
Ingin memetik, merangkai
Menjalinkan ikatan abadi

Mendambakannya, mendambakannya

Reff.
Oh...sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh...sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

Mencoba menahannya himpitan rasa itu
Merajam keruhnya jiwaaku

Ternyata hidupku dan dirinya terikat rasa tulus
Takkan menyusutkan pelukku dan rindunya

Mendambakannya, merindukannya

back to Reff.

_Admin_


Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di blog ini mungkin berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi Admin di halaman Disclaimer.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PADI - Album ke-1 (1999). Lain Dunia"

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))
More Emo??? OR Hidden Emo???
!!! DISCLAIMER !!!